Jetak, 4 Mei 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang melaksanakan program “Gerakan UMKM Go Cashless (QRIS) dan Pemetaan Google Maps UMKM Desa Jetak” sebagai bagian dari program kerja Divisi Ekonomi Kreatif (EKRAF). Kegiatan ini sejalan dengan tema KKN Reguler-86, yaitu Digitalisasi Entrepreneur dan Literasi Keuangan, yang bertujuan mendorong transformasi digital bagi pelaku UMKM di Kawasan desa jetak.
Program yang dilaksanakan meliputi pendampingan pembuatan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dan pemetaan lokasi usaha ke Google Maps. Melalui kegiatan ini, pelaku UMKM diberikan edukasi mengenai manfaat pembayaran digital serta didampingi dalam proses pendaftaran hingga memperoleh QRIS untuk transaksi non-tunai. Selain itu, mahasiswa juga membantu mendaftarkan lokasi usaha agar mudah ditemukan masyarakat melalui Google Maps.
Pelaku usaha yang terlibat berasal dari berbagai sektor, seperti angkringan, toko kelontong, warung es, penjual mie ayam, dan toko sembako. Program ini di latarbelakangi oleh pentingnya adaptasi UMKM terhadap perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Penggunaan QRIS dapat mempermudah transaksi, meningkatkan keamanan, serta membantu pencatatan keuangan usaha secara lebih tertata. Juga di era digital ini, yang kebanyakan sudah beralih menggunakan pembayaran digital berbasis QRIS.
Sementara itu, pemetaan usaha melalui Google Maps bertujuan untuk meningkatkan visibilitas UMKM agar lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan. Dengan adanya informasi lokasi, jam operasional, dan kontak usaha secara digital, peluang peningkatan jumlah pelanggan menjadi lebih besar.
Kegiatan diawali dengan pendataan UMKM, dilanjutkan sosialisasi manfaat QRIS dan Google Maps, kemudian pendampingan teknis pembuatan QRIS serta pembuatan atau pembaruan profil usaha di Google Maps.
Melalui program ini, diharapkan UMKM Desa Jetak semakin siap menghadapi era digital, memiliki daya saing yang lebih baik, memperluas akses pasar, serta mampu meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian masyarakat desa.